Seragam Cpns Termurah 0822.4425.1199

Untuk menggunakan teknik sablon manual, lebih baik menggunakan tinta sablon plastik, karena karakteristik tinta sablon tidak mudah kering. Kemudian, setSeragam Cpns Termurah elah digunakan di layar, sisa tinta sablon mudah dibersihkan. Meskipun tinta dibiarkan di layar untuk waktu yang lama, itu membutuhkan waktu lama untuk mengering. Karena untuk mengeringkannya perlu menggunakan proses curing.

seragam cpns, seragam drumband, seragam dishub, seragam dinas tni al, seragam dinas, seragam dinas pendidikan provinsi jawa timur, seragam denjaka, seragam dalam bahasa inggris, seragam drumband sd, seragam dinas pemadam kebakaran

 

Untuk menggunakan teknik sablon Seragam Cpns Termurah manual, lebih baik menggunakan tinta sablon plastik, karena karakteristik tinta sablon tidak mudah kering. Kemudian, setelah digunakan di layar, sisa tinta sablon mudah dibersihkan. Meskipun tinta dibiarkan di layar untuk waktu yang lama, itu membutuhkan waktu lama untuk mengering. Karena untuk mengeringkannya perlu menggunakan proses curing.

3. Proses pasca pencetakan

Setelah menyelesaikan proses pencetakan, masih ada satu tahap proses lagi. Yaitu, proses pengeringan, dalam proses ini ada tiga jenis proses, proses yang akan saya jelaskan satu per satu secara umum. Jadi kamu bisa dengan mudah mengerti. Inilah prosesnya:

Drying

Tinta yang sudah dicetak membutuhkan waktu untuk mengering dengan benar. Karena itu, jika kalian menyentuhnya dan menahannya, rasanya sudah kering bukan berarti tinta itu kering. Itulah sebabnya saya memberi tahu kalian bahwa kalian harus mengetahui sifat dari masing-masing tinta cetak layar. Karena beberapa tinta sablon memerlukan pengeringan dengan menggunakan alat tambahan.

Curing

Proses pengeringan ini membutuhkan alat tambahan untuk proses ini. Proses ini biasanya dilakukan ketika tinta sablon tertentu digunakan, seperti tinta sablon plastisol. Jenis sablon tinta ini harus mengalami proses pengeringan dengan memanaskannya pada suhu tertentu, yang harus sangat panas (sekitar 143 derajat Celcius hingga 166 derajat Celcius). Alat yang digunakan adalah pemanas instan atau mesin konveyor. Mereka yang menggunakan mesin pengepres panas adalah tinta sablon yang terbuat dari karet atau GL atau karet dengan suhu panas sekitar 110 derajat Celcius hingga 130 derajat Celcius. Jika kalian tidak terlalu memperhatikan proses ini, hasilnya tidak akan maksimal. Hasil cetak juga menunjukkan banyak cacat.

Burning

Proses ini, yang juga biasa disebut pengopenan, membutuhkan metode tertentu untuk proses tersebut. Proses ini sebenarnya sama dengan proses pembuatan kue, yang dipanggang hingga tinta mengering sepenuhnya.

Pengertian Sablon Digital

Digital sablon adalah proses sablon yang terutama dilakukan oleh komputer dan printer, di mana fungsinya kurang lebih hanya operator dari dua perangkat dan beberapa fungsi lainnya.

Ada dua jenis sablon digital pada umumnya, yaitu bahwa proses memperbaiki sablon masih harus dilakukan secara manual dengan panas tekan dan mesin kertas transfer, serta proses sablon dilakukan langsung pada baju dengan Printer DTG (Direct to Garment).

Proses Pengerjaan Sablon Digital

Pada tipe pertama, desain sablon akan dicetak melalui komputer dan menggunakan mesin cetak yang telah diisi dengan tinta khusus pada selembar kertas dalam bentuk terbalik (terpantul), yang kemudian akan dicetak pada baju. yang telah dilapisi dengan kertas transfer, maka akan ditekan dengan mesin pemanas (heat press) hingga desain bergerak dalam bentuk normal dari bahan baju.

Sedangkan untuk jenis kedua sablon digital, proses pencetakan akan menggunakan komputer dan printer DTG, di mana kemeja yang dicetak akan ditempatkan di printer, dan akan segera dicetak tanpa melalui perantara, maka kemeja akan ditekan dengan mesin pemanas Sablon benar-benar menempel.

Perbedaan Sablon Manual VS Sablon Digital

Setelah kalian memahami pemahaman dan bagaimana kedua jenis sablon bekerja, kami akan memberi kalian penjelasan tentang perbedaan antara sablon manual dan digital, berdasarkan 8 faktor, yaitu sebagai berikut:

1. Jumlah biaya yang dikeluarkan

Dalam hal biaya yang dikeluarkan untuk setiap jenis sablon, ada beberapa keuntungan dan kerugian dari keduanya yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan mana yang akan digunakan.

Dalam sablon manual, biaya yang kalian keluarkan untuk bekerja dengan 1 potong kemeja akan lebih mahal dibandingkan dengan sablon digital, tetapi jika kalian ingin memesan kemeja dalam jumlah banyak, maka sablon manual akan jauh lebih murah.

Kenapa begitu? Karena tidak masalah berapa banyak kemeja yang ingin kalian cetak, dalam sablon manual kalian masih harus menyiapkan tinta dengan jumlah yang kira-kira sama untuk 1 baju atau beberapa kemeja, dan kalian masih harus menyiapkan layar, dan biaya pencetakan sablon manual Itu juga dihitung berdasarkan jenis warna.

Sedangkan untuk sablon digital, bekerja dengan kemeja atau apa pun bisa dilakukan dalam waktu yang relatif cepat, tetapi investasi yang dibutuhkan untuk membeli printer dan komputer, dan juga biaya perawatan kedua perangkat, akan jauh lebih mahal, sehingga penyedia tampilan digital tidak begitu mudah untuk disediakan. Diskon untuk pemesanan jumlah besar.

2. Kompleksitas cara pengerjaan sablon

Perbedaan lain antara sablon manual dan digital adalah kompleksitas pekerjaan, yang tentu saja akan mempengaruhi poin pertama di atas, yaitu, biaya yang diperlukan untuk menyaring 1 baju.

Untuk sablon manual, prosesnya akan lebih rumit mengingat kalian memerlukan beberapa peralatan terpisah dan kalian harus mencetak desain sablon secara manual tanpa bantuan mesin cetak atau komputer.

KLIK to WA

#seragamcpns #seragamdharmawanita #seragamemina #seragamengineering #seragamesport #seragamerafone #seragameventorganizer #seragameiger #seragamekahospital #seragamevos

Seragam Cpns Termurah

 

 

Tinggalkan Balasan

Close Menu